Hikmah Ziarah Kubur

Hikmah Ziarah Kubur Di Dalam Islam
freepik.com

Hikmah ziarah kubur, sebelum memahami hikmah dari ziarah kubur kita harus mengetahui kata hikmah itu sendiri. Diantara dari banyak penjelasan, makna hikmah sendiri adalah ‘sunnah’. Hikmah secara umum dipahami sebagai pengetahuan tentang berbagai sebab akibat yang timbul untuk menunjukan kebenaran Allah SWT.

Maka kita sebagai seorang hamba dengan maksimal harus terus menguatkan iman dan kepercayaan kepada-Nya dengan menjalankan sunnah yang diajarkan oleh baginda kita Rasulullah SAW.

Salah satu sunnah yang Rasulullah ajarkan adalah ziarah kubur itu sendiri, ada banyak nilai yang bisa kita petik ketika kita mampu mempelajarinya serta menjalankannya, karena siapapun manusia yang mau menghidupkan sunnah dalam dirinya baik ucapan dan perbuatan, maka ia akan menyampaikan kalimat dan perilaku yang memiliki nilai kebaikan.

Arti Ziarah Kubur

Contents

Kata ziarah berasal dari bahasa arab yaitu ziyarah ( زيارة ) yang berarti kunjungan, mengunjungi atau mendatangi, Sedangkan kubur artinya lubang tanah yang dibuat sesuai ketentuan sebagai tempat dikuburkannya mayit.

Maka yang dimaksud dengan hikmah ziarah kubur adalah mengunjungi tempat pemakaman yang dilakukan secara individu atau kelompok dengan tujuan mendoakan seseorang yang telah meninggal dunia, bisa itu keluarga, para wali, atau bahkan makam Rasulullah SAW sekalipun, sebagai bentuk mengikuti sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah dengan tujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan pada diri kita kepada Allah SWT

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin mengatakan bahwa:

زُوْرُوْآلْقَبُوْرَفَاِنَهَاتُذَكِرُالْمَوْثَ

Artinya: Lakukanlah Ziarah Kubur, karena ia mengingatkan kepada kematian

kedatangan seorang muslim ke makam adalah karena mendoakan mereka sekaligus pengingat diri sendiri untuk selalu bersyukur serta sadar bahwa kematian adalah sesuatu yang pasti paling dekat melebihi urat nadi, dan masa lalu adalah hal yang paling jauh untuk bisa kita ulang.

Hikmah ziarah kubur menurut Rasulullah SAW

Ziarah kubur bukan hal terlarang, hukumnya mustahab ( dianjurkan ) dulu rasulullah melarang berziarah, karena saat itu aqidah pembinaan belum sempurna pada pengikut beliau dan ini masih di awal dalam penyiaran islam, jadi ketika ziarah itu dilakukan nilai yang diambil akan jauh melahirkan mudharat dan kemusyrikan dari pada hikmah itu sendiri.

Maka dari itu ada banyak hikmah dari ziarah kubur yang bisa kita dapatkan. Berikut hikmah yang bisa diambil:

Mengambil Pelajaran

Sebagai manusia yang masih hidup dengan berziarah kita bisa mengambil pelajaran bagi yang sudah meninggal, sebagai bentuk  peringatan dan pelajaran bahwa dunia ini hanyalah sebentar.

Di manapun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh. Jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan, “Ini dari sisi Allah,” dan jika mereka ditimpa suatu keburukan, mereka mengatakan, “Ini dari engkau (Muham-mad).” Katakanlah, “Semuanya (datang) dari sisi Allah.” Maka mengapa orang-orang itu (orang-orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan (sedikit pun)?” ( A- Nisa : 78 )

Perilaku ziarah kubur juga dilakukan oleh Rasulullah, hal ini beliau lakukan setelah malaikat Jibril menemui Rasulullah seraya berkata:

Obat Penawar Hati

Hikmah dari ziarah kubur yang kedua adalah sebagai obat penawar yang paling ampuh untuk melunakkan hati yang membatu,

   كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ أَلَا فَزُورُوهَا، فَإِنَّهُ يُرِقُّ الْقَلْبَ، وَتُدْمِعُ الْعَيْنَ، وَتُذَكِّرُ الْآخِرَةَ، وَلَا تَقُولُوا هُجْرً

“Dahulu saya melarang kalian berziarah kubur, tapi (sekarang) berziarahlah kalian, sesungguhnya ziarah kubur dapat melunakkan hati, menitikkan (air) mata, mengingatkan pada akhirat, dan janganlah kalian berkata buruk (pada saat ziarah),” (HR. Hakim).   

Mendapatkan Pahala

Mendapatkan keutamaan dan pahala dengan meluruskan niat kita ketika berziarah.

إِنَّ رَبَّكَ يَأْمُرُكَ أَنْ تَأْتِيَ أَهْلَ الْبَقِيْعِ فَتَسْتَغْفِرُ لَهُمْ  

 “Tuhanmu memerintahkanmu agar mendatangi ahli kubur baqi’ agar engkau memintakan ampunan buat mereka” (HR. Muslim)

Menjalankan Sunnah Rasulullah

Menjalankan sunnah sebagai umat nabi muhammad 

   زيارة القبور تجيزها مذاهب المسلمين كلها   

“Ziarah kubur diperbolehkan oleh seluruh mazhab umat islam,”  (KH. Ali Maksum Krapyak, Hujjah Ahlissunnah Wal Jama’ah, hal. 53). 

Bagi yang mengikuti petunjuk Rasulullah SAW, berarti seseorang telah berbuat baik kepada dirinya. Sebaliknya, orang-orang yang melakukan perbuatan macam-macam diluar adab dalam berziarah, mereka telah menjerumuskan diri ke dalam jurang kesesatan.

Dalam pelaksanaanya, seseorang ketika melaksanakan ziarah kubur agar senantiasa menjaga adab-adab dalam berziarah kubur, mendokana sesuai sunnah rasulullah, serta memahami hikmah ziarah kubur agar mendapatkan pahala dan keberkahannya.

Mendoakan Orang-orang Terkasih

Mendoakan kebaikan dan memohon ampunan bagi mayat.

Ini merupakan bentuk perbuatan baik orang yang masih hidup kepada orang yang mati. Amalan orang yang mati telah terputus begitu ia menghembuskan napas terakhirnya. Oleh sebab itu, ia sangat membutuhkan orang-orang yang berbaik hati dan sudi mendoakan kebaikan dan ampunan baginya. Secara zhahir, doa yang dilantunkan peziarah kubur sebelum memasuki makam menjadi dasar hikmah kedua ini. 

Mengingat kematian

Dengan kita selalu mengingat kematian, maka kita akan selalu memohon keberkahan, serta memahami bahwa setiap detik yang berjalan itu berhagra dan sangat mahal, jadi tidak ada waktu yang disia-siakan ataupun diisi degan dosa.

abu bakar asshidiq pernah berkata, “mati itu berat, tapi segala sesuatu sesudah mati itu jauh lebih berat lagi”

Adab Bertetangga

Selanjutnya hikmah dari ziarah kubur juga menjalankan adab dalam bertetangga di dalam islam, seseorang yang paling dekat rumahnya dengan kita.

“Adab bertetangga, yakni mendahului berucap salam, tidak lama-lama berbicara, tidak banyak bertanya, menjenguk yang sakit, berbela sungkawa kepada yang tertimpa musibah, …” ( Imam al Ghazali )