Hukum Dan Tata Cara Shalat Jenazah

shalatjenazah
freepik.com

 

Semua makhluk hidup didunia ini, baik itu manusia, hewan, tumbuhan pasti akan datang waktunya untuk berhenti bernafas, dan ketika kematian datang tidak ada yang akan tahu kapan,dimana, dan bagaimana, karena semua itu sudah menjadi takdir atau ketentuan Allah Swt. 

 

Maka kita sebagai manusia yang diberikan akal dan menjadi khalifah di bumi ini diwajibkan untuk senantiasa melakukan amalan kebaikan kepada orang-orang disekitar kita serta menjalankan perintah yang sudah tentukan  oleh Allah SWT sebagai bekal di akhirat kelak. 

 

seperti dalam firman allah SWT dalam surat Ali Imran :

وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَداً وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tidak seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati.” ( QS. Luqman: 34)

 

Salah satu amalan kebaikan yang perlu dilakukan sebagai seorang muslim ketika berada di lingkungan sekitar ikut berpartisipasi dalam mengurus jenazah.

 

Islam menaruh perhatian yang sangat serius dalam mengurus jenazah, karena perawatan jenazah ini merupakan hak si mayit dan kewajiban bagi kita untuk melakukannya dengan pengurusan yang terbaik, sehingga hal ini termasuk salah satu kewajiban yang harus dipenuhi oleh umat manusia, khususnya umat Islam, maka di dalam mengurus jenazah  terdapat empat perkara yang perlu di perhatikan, yaitu : 

  1. Memandikan Jenazah
  2. Mengkafaninya. 
  3. Menshalatkannya. 
  4. Menguburkannya.

 

Definisi jenazah sendiri menurut kamus KBBI adalah tubuh atau badan orang yang sudah mati, sedangkan dalam kamus al-Munawwir, kata jenazah diartikan sebagai “seseorang yang telah meninggal dunia dan diletakkan dalam usungan. Kata ini bersinonim dengan al-mayyit (Arab) atau mayat (Indonesia).

Contents

Shalat Jenazah

Shalat Jenazah adalah jenis shalat yang dilakukan untuk jenazah muslim. Setiap muslim yang meninggal baik laki-laki maupun perempuan wajib dishalati oleh muslim yang masih hidup. 

 

Apabila jenazah telah jelas akan status kematiannya, baik dari keterangan dokter ahli maupun dengan lain-lainnya, maka dalam ajaran Islam, hendaklah disegerakan mengurusnya (mensucikan, mengkafani, menshalatkan, menguburkan), hal ini didasarkan kepada sabda Rasulullah SAW :

 وَعَنْ أَبيِ هُرَيـْرَةَ رضي االله عنه عَنِ اَلنَّبيِِّ صلى االله عليه وسلم قَالَ : ( أَسْرِعُوا بِالجَْنَازَةِ, فَإِنْ تَ كُ صَالحَِةً فَخَيـْرٌ تـُقَدِّمُونـَهَا إِلَيْهِ, وَإِنْ تَكُ سِ وَى ذَلِكَ فَشَرٌّ تَضَعُونَهُ عَنْ رِقَابِكُمْ (رواه الترميذى). 

Artinya : Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: 

 

“Bersegera dalam mengurus jenazah, karena jika ia baik maka engkau telah memajukan suatu kebaikan untuknya, dan jika tidak maka engkau menurunkan suatu kejelekan dari lehermu.” (  HR. al- Tirmizi )

 

Hukum Shalat Jenazah

 

Shalat jenazah merupakan salah satu praktik ibadah shalat yang dilakukan umat muslim ketika ada muslim lainnya yang meninggal dunia. Hukum melakukan shalat jenazah adalah fardhu kifayah, hal ini berdasarkan perintah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menyalati jenazah seorang muslim.

 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

 

مَنْ صَلَّى عَلَى جَنَازَةٍ فَلَهُ قِيرَاطٌ وَمَنْ اتَّبَعَهَا حَتَّى تُوضَعَ فِي الْقَبْرِ فَقِيرَاطَانِ قَالَ قُلْتُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ وَمَا الْقِيرَاطُ قَالَ مِثْلُ أُحُدٍ

“Barangsiapa menshalatkan jenazah, maka baginya pahala satu qirath, dan siapa yang mengantarnya hingga jenazah itu di letakkan di liang kubur, maka baginya pahala dua qirath.”

“Ya Abu Hurairah, seperti apakah dua qirath itu?” Tanyaku.

Beliau menjawab, “Seperti gunung Uhud.” (HR. Muslim)

 

Dari hadist di atas, sebagian ulama mensyaratkan bahwa seorang muslim yang ikut menshalatkan jenazah dan mengantarkan serta hadir disana makan dia akan mendapatkan pahala sebesar dua qirath yang diibaratkan besar nya dua gunung.

 

  • Hukum Shalat Jenazah bagi perempuan

 

Ummu Athiyah berkata, Kami pernah dilarang untuk mengiringi jenazah namun kami tidaklah ditekankan (didalam pelarangan itu).” (HR. Muslim). 

 

Pada jaman dahulu terdapat kisah mengenai wanita yang melakukan shalat jenazah. 

Ketika Sa’ad bin Abi Waqqash meninggal dunia, istri-istri Nabi sallallahu alaihi wa sallam meminta agar jenazahnya di bawah ke  masjid agar mereka dapat menshalatkannya, kemudian hal itu mereka lakukan.” (HR. Muslim, no. 973)

 

Dari hadist tersebut jelas bahwa wanita boleh melakukan shalat jenazah, dan shalat jenazah tersebut dapat dilakukan berjamaah dengan lelaki atau melakukan shalat sendiri, hal ini juga jelas bahwa sejak dahulu wanita tidak diharamkan untuk menjalankan shalat jenazah namun lebih bersifat makruh, para wanita tetap bisa menjalankan shalat jenazah selama dia bisa menjaga adab dan akhlaknya serta dapat dipastikan menutupi seluruh auratnnya dan tidak ikut berdesak desakan dalam pengiringan jenazah.

 

Syarat Shalat Jenazah

 

Adapun syarat – syarat sebelum pelaksanaan shalat jenazah adalah sebagai berikut: 

 

  1. Menutup aurat, suci dari hadas besar dan kecil, bersih badan, pakaian dan tempat dari najis serta menghadap kiblat. 
  2. Jenazah telah dimandikan dan dikafani.
  3. Letak jenazah di sebelah kiblat orang yang menshalatkan.

 

Tata Cara Shalat Jenazah 

 

Dalam pelaksanaan shalat jenazah ada tata cara shalat jenazah yaitu sebagai berikut:

 

  1. Niat, Berdasarkan firman Allah Swt :

 

 ومَا أُمِرُوا إِلا لِيـَعْبُدُوا اللَّهَ مخُْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنـَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيـُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ 

Artinya: 

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada – Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.(Q.S Al – Bayyinah: 5). 

 

  1. Berdiri bagi yang mampu Ini merupakan rukun menurut jumhur ulama. Sehingga tidaklah sah menshalati jenazah sambil berkendaraan ataupun duduk, tanpa adanya suatu uzur.
  2. Empat kali takbir Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Jabir bahwa nabi pernah menshalati Najasyi (raja Habsyi) dan beliau takbir sebanyak empat kali. 
  3. Membaca Al – Fatihah dan shalawat atas nabi dengan suara pelan Shalawat atas nabi itu diucapkan dengan kalimat apa saja. Namun, mengikuti apa yang dianjurkan oleh nabi adalah lebih utama. Shalawat atas nabi ini dibaca sesudah takbir kedua, sebagaimana yang tampak pada lahiriahnya. 
  4. Berdoa juga termasuk rukun berdasarkan kesepakatan para fuqaha. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Saw :

 

 اذا صلیتم على المیت فاخلصوا لھ الدعاء 

 

Artinya:  Apabila kalian menshalatkan mayit maka ikhlaskanlah doa untuknya. (H.R Abu Daud, Ibnu Hibban dan dia menshahihkannya)

 

  1. Tata Cara Menshalati Jenazah

 

Imam hendaklah berdiri tepat di hadapan kepala jika yang meninggal itu laki – laki dan dihadapan perutnya jika yang meninggal itu wanita. 

 

Jika jenazahnya lebih dari satu, maka kepala jenazah laki – laki hendaklah diletakkan di dekat imam dan jenazah wanita diletakkan di belakang jenazah laki – laki dengan kepala jenazah laki – laki diarahkan ke selatan, sedangkan kepala jenazah wanita diarahkan ke utara 

 

Shalat jenazah terdiri atas empat takbir. Setelah takbir pertama membaca surat Al – Fatihah, takbir kedua membaca shalawat atas nabi, takbir ketiga memohon ampunan untuk jenazah dan takbir keempat mendoakan jenazah dan juga bagi jamaah seluruhnya, lalu ditutup dengan salam 

 

Berikut rincian proses shalat jenazah secara keseluruhan : 

 

  1. Niat dalam hati. 

 

  • Niat shalat jenazah laki – laki

اصلي علي ھذ المیت اربع تكبیرات فرض كفایة ماموما تعالي 

Artinya: Saya niat melaksanakan sholat atas mayit laki – laki ini dengan empat takbir fardhu kifayah karena Allah Ta’ala. 

 

  • Niat shalat jenazah perempuan.

 اصلي علي ھذه المیتة اربع تكبیرات فرض كفایة ماموما تعالي 

Artinya: Saya niat melaksanakan shalat atas mayit perempuan ini dengan empat takbir fardhu kifayah karena Allah Ta’ala. 

 

  • Makmum tidak mengetahui identitas jenazah

 اصلي علي من صلى علیھ الامام اربع تكبیرات فرض كفایة ماموما تعالي

Artinya: Saya niat melaksanakan shalat atas mayit yang dishalati oleh imam dengan empat takbir fardhu kifayah karena Allah Ta’ala. 

 

  • Jenazah belum jelas Islam atau kafir

 اصلي علي من مات من المسلمین فى ھذا الیوم اربع تكبیرات فرض كفایة ماموما تعالي 

Artinya: Saya niat melaksanakan shalat atas mayit dari orang – orang muslim yang mati pada hari ini dengan empat takbir fardhu kifayah karena Allah Ta’ala.

 

  1. Takbir pertama

(Takbiratul ihram) dan dilanjutkan membaca Fatihah.

 بِسْمِ اللهَّ ِ الرَّحْمَنِ الرَّحِیمِ . الْحَمْدُ ِ َّ ِ رَبِّ الْعَالَمِینَ . الرَّحْمَنِ الرَّحِیمِ . مَالِكِ یَوْمِ الدِّینِ . إِیَّاكَ نَعْبُدُ وَإِیَّاكَ نَسْتَعِینُ . اھْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِیمَ . صِرَاطَ الَّذِینَ أَنْعَمْتَ عَلَیْھِمْ غَیْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَیْھِمْ وَلا الضَّالِّینَ . 

 

Artinya: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang – orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

  1. Takbir kedua

Pada takbir kedua membaca shalawat atas nabi:

اللھم صلى على محمد 

Artinya: Ya Allah, berilah shalawat atas nabi Muhammad

 

Lebih sempurna bacalah shalawat sebagai berikut:

 

 اللھم صلى على محمد وعلى ال محمد . كما صلیت على ابرھیم وعلى ال ابرھیم . وبارك على محمد وعلى ال محمد . كما باركت على ابرھیم وعلى ال ابرھیم . فى العالمین انك حمید مجید 

Artinya: Ya Allah, berilah shalawat atas nabi Muhammad dan atas keluarganya, sebagaimana tuhan pernah memberikan rahmat kepada nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahkan berkah atas nabi Muhammad dan para keluarganya, sebagaimana tuhan pernah memberikan berkah kepada nabi Ibrahim dan keluarganya. Di Seluruh alam ini Tuhanlah yang terpuji Yang Maha Mulia.

 

  1. Takbir ketiga

Pada Takbir ketika membaca do’a sebagai berikut:

 اللھم اغفرلھ ورحمھ وعافھ واعف عنھ 

Artinya: Ya Allah ampunilah dia, berilah rahmat dan sejahtera dan maafkanlah dia.

 

 

Lebih sempurna lagi jika membaca doa:

 

البرد ونقھ ( ھا ) من الخطاي كما ینقى الثوب الابیض من الدنس وابد لھ
( ھا ) دار خیرا من داره ( ھا ) واھلا خیرا من اھلھ ( ھا ) وزوجا
خیرا من زوجھ ( ھا ) وقھ ( ھا ) فتنة القبر وعذاب النار

Artinya : “Ya Allah, ampunilah dia, dan kasihanilah dia, sejahterakan ia dan ampunilah dosa dan kesalahannya, hormatilah kedatangannya, dan luaskanlah tempat tinggalnya, bersihkanlah ia dengan air, salju dan embun. Bersihkanlah ia dari segala dosa sebagaimana kain putih yang bersih dari segala kotoran, dan gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya yang dahulu, dan gantikanlah baginya ahli keluarga yang lebih baik daripada ahli keluarganya yang dahulu, dan peliharalah ia dari siksa kubur dan azab api neraka.”

 

Jika mayit anak – anak doanya sebagai berikut:

 

 اللھم اجعل فرطا لابویھ وسلفا وذخرا وعظة واعتبارا وشفیعا وثقل بھ موازینھما وافرغ الصبر على قلوبھا ولاتفتنھما بعده ولاتحرمھما اجره 

 

Artinya: Ya Allah, jadikanlah ia sebagai simpanan pendahuluan bagi ayah bundanya dan sebagai titipan, kebajikan yang didahulukan dan menjadi pengajaran ibarat serta syafaat bagi orang tuanya. Dan beratkanlah timbangan ibu bapaknya karenanya, serta berilah kesabaran dalam hati kedua ibu bapaknya. Dan janganlah menjadi fitnah bagi ayah bundanya sepeninggalannya, dan janganlah tuhan menghalangi pahala kepada kedua orang tuanya. 

 

  1. Takbir keempat

Pada Takbir ke-empat membaca do’a sebagai berikut :

 اللھم لاتحرمنا اجره ولا تفتنا بعده واغفرلنا ولھ

Artinya: Ya Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepada kami dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalannya, dan ampunilah kami dan dia. 

Lebih sempurna membaca do’a sebagai berikut:

 اللھم لاتحرمنا اجره ولا تفتنا بعده واغفرلنا ولھ ولاخواننا الذین سبقونا بالایمان ولا تجعل فى قلوبنا غلا للذین امنوا ربنا انك رؤف رحیم 

Artinya: Ya Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepada kami dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalannya, dan ampunilah kami dan dia, dan bagi saudara – saudara kita yang mendahului kita dengan iman dan janganlah Engkau menjadikan gelisah dalam hati kami dan bagi orang – orang beriman. Wahai Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

 

  1. Kemudian diam berdiri sejenak lalu mengucapkan salam seraya menoleh ke arah kanan dan kiri.

 

Kesimpulan :

 

  1. Sebagai seorang muslim kita harus berbuat baik kepada lingkungan di sekitar kita, salah satunya adalah berpartisipasi dalam Shalat Jenazah
  2. Shalat Jenazah hukumnya fardu kifayah
  3. Wanita boleh menjalankan shalat jenazah sebab termasuk ibadah yang umum, boleh dilakukan siapa saja termasuk laki laki dan wanita, serta keduanya jika menjalankan mendapatkan pahala yang sama.