Bab Rukun Shalat Jenazah Secara Lengkap

Seseorang muslim memiliki kewajiban yang harus dipenuhi ketika ada jenazah muslim.

Adapun kewajiban muslim yang sudah mukallaf terhadap jenazah muslim. yaitu,

  1. memandikan jenazah dan mewudhukannya di area tempat wudhu, untuk mensucikan jenazah tersebut dari najis dan hadast.
  2. Mengafani jenazah dengan kain kafan yang bersih dan suci dari najis dan menutupi seluruh tubuh jenazah.
  3. Menyalatkan jenazah sesuai dengan rukun shalat jenazah yang disyariatkan. Ada baiknya shalat jenazah dilakukan secara jama’ah.
  4. Menguburkan mayit ke dalam liang lahat kemudian mayit miringkan ke kanan menghadap kiblat.

Pada artikel ini kita membahas perihal rukun shalat jenazah, ada baiknya kita membahas pengertian rukun secara singkat.

Rukun adalah suatu pekerjaan yang telah ditentukan serta harus dilakukan dan mengikuti rangkaian saat melakukan sesuatu pekerjaan.

Rukun juga merupakan syarat yang apabila ditinggal maka ibadah tersebut tidak sah dan menjadi sia-sia.

Hal ini menyebabkan rukun merupakan suatu yang paling mendasar.

Pengertian Rukun

Contents

Menurut para ulama fikih, rukun merupakan sesuatu yang wajib dipenuhi dan tidak boleh ditinggalkan.

Perbedaan antara syarat dan rukun dalam Islam ialah, jika syarat adalah ketentuan yang telah ditetapkan yang harus dipenuhi sebelum melakukan suatu ibadah atau pekerjaan.

Sedangkan rukun merupakan ketentuan yang harus dilaksanakan dalam melaksanakan ibadah atau pekerjaan. Jika tidak maka ibadah tersebut menjadi tidak ada artinya atau tidak sah.

Rukun Shalat Jenazah

Menurut Direktur Rumah Fiqih Indonesia, Ustadz Ahmad Sarwat menerangkan bahwa dalam pandangan mazhab As-Syafi’iyah dan Al-Hanabilah mengatakan rukun shalat jenazah terdiri dari tujuh langkah.

Yakni, niat empat takbir dengan takbiratul ihram, lalu membaca surat Al-fatihah, setelah takbir yang pertama shalawat kepada Rasulullah SAW, kemudian dilanjut baca doa untuk mayit setelah takbir ketiga, dan salam dengan berdiri.

Sedangkan dalam pandangan mazhab Al-malikiyah rukun shalat jenazah terdiri dari lima perkara di antaranya adalah niat, empat kali takbir, mendoakan mayt di antara takbir dan berdiri.

Dan menurut mazhab Al-hanafiyah, cukup terdiri dari dua rukun saja. Rukun yang pertama ialah 4 kali takbir dan selanjutnya adalah berdiri.

Adapun rukun shalat jenazah, jika diuraikan maka sebagai berikut:

1. Niat

Niat shalat jenazah dapat dilafalkan dalam hati dan bisa juga dilakukan bersamaan dengan takbiratul ihram.

Untuk niat shalat jenazah berjenis kelamin laki-laki maka lafadz nya seperti di bawah ini:

Ushalli ‘ala hadzal mayyiti fardlan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku berniat melaksanakan shalat atas jenazah (laki-laki) ini fardhu karena Allah ta’ala.”

Sedangkan niat shalat secara tanpa imam untuk jenazah perempuan adalah sebagai berikut,

Ushalli ‘ala hadzal mayyiti fardlan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku berniat untuk melaksanakan shalat atas jenazah (perempuan) ini fardhu karena Allah ta’ala.”

Kemudian jika shalat jenazah secara berjamaah dan jenazahnya berjenis kelamin laki-laki ataupun perempuan. Maka lafadz niatnya adalah sebagai berikut:

Ushalli ‘ala man shalla ‘alaihil imammu ma’muman fardlan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat shalat atas jenazah yang dishalati imam fardhu karena Allah ta’ala.”

2. Shalat dengan Berdiri

Rukun shalat jenazah yang kedua adalah melakukan shalat jenazah dengan berdiri, namun apabila tidak mampu karena suatu udzur yang syar’i maka diperbolehkan duduk sama seperti ketentuan dalam shalat fardhu.

3. Takbir Empat Kali tanpa Rukuk dan Sujud

Dalam shalat jenazah ada hal yang harus dipertahankan yaitu empat kali takbir tanpa tidak ada ruku maupun sujud.

4. Membaca Al-fatihah

Rukun shalat jenazah keempat adalah dianjurkan ketika membaca Al-fatihah secara perlahan. Adapun membaca surat Al-fatihah setelah melakukan takbir pertama.

5. Membaca Sholawat Nabi

Shalawat kepada Rasulullah SAW dibaca ketika takbir kedua.

6. Membaca Doa Untuk Jenazah

Rukun shalat jenazah yang keenam adalah pada takbir ketiga dan keempat, untuk doa bagi mayit laki-laki dan wanita memiliki perbedaan dalam lafadz, yaitu:

Untuk Jenazah Laki-laki

Allahummaghfirla-hu warham-hu wa’aafi-hi wa’fu ‘an-hu wa akrim nuzula-hu, wa wassi’ madkhala-hu, waghsil-hu bil maa-i wats tsalji wal barad wa naqqi-hi minal khathayaa kamaa naqqaitats tsaubal abyadha minad danaas, wa abdil-hu daaran khairam min daari-hi, wa ahlan khairam min ahli-hi, wa zawjan khairam min zawji-hi, wa ad-khilkul jannata, wa a’idz-hu min ‘adzabil qabri wa ‘adzabin naar.

Artinya:

Ya Allah, ampunilah dia, kasihilah dia, berikan dia kekuatan, ampunkanlah dosa-dosa dia, dan tempatkanlah di tempat yang mulia (surga), luaskan kuburnya, mandikan dia dengan air salju dan air es.

Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah dia ganti rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah ganti keluarga (atau suami di surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), suami yang lebih baik daripada suaminya, dan masukkan dia ke surga, dan jagalah dia dari siksa kubur dan siksa api neraka.

Untuk Jenazah Perempuan

Allahummaghfirla-haa warham-haa wa ‘aafi-haa wa’fu ‘an-haa wa akrim nuzula-haa, wa wassi’ madkhala-haa, waghsil-haa bil maa-i wats tsalji wal barad wa naqqi-hi minal khathayaa kamaa naqqaitats tsaubal abyadha minad danaas, wa abdil-haa daaran khairam min daari-haa, wa ahlan khairam min ahli-haa, wa zawjan khairam min zawji-haa, wa ad-khilkul jannata, wa a’idz-haa min ‘adzabil qabri wa ‘adzabin naar.

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, kasihilah dia, berilah dia kekuatan, ampunkanlah dosa-dosa dia, dan tempatkanlah di tempat yang mulia (surga), luaskan kuburnya, mandikan dia dengan air salju dan air es.

Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah dia ganti rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah ganti keluarga (atau suami di surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), suami yang lebih baik daripada suaminya, dan masukkan dia ke surga, dan jagalah dia dari siksa kubur dan siksa api neraka.”

Doa Pelengkap untuk Si Mayit

Allaahummaghfir lihayyinaa wamayyitinaa wasyaahidinaa waghaaibinaa washaghiiranaa wakabiiranaa wadzakarinaa wauntsaana.

Artinya: “Ya Allah, berikanlah ampun, kami yang masih hidup dan kami yang telah meninggal dunia, kami yang hadir, kami yang ghaib, kami yang kecil-kecil, kami yang dewasa, kami yang laki-laki maupun perempuan.”

Kemudian doa untuk mayit laki-laki,

Allaahumma man ahyaitahu minnaa fa ahyihi ‘alal islaami. Waman tawaffaitahu minnaa fatawaffahu ‘alal iimaani.

Artinya: “Ya Allah, siapa pun yang Engkau hidupkan dari kami, maka hidupkanlah dalam keadaan iman.”

Allaahumma laa tahrimnaa ajrahu. Walaa tudhillanaa ba’dahu. Birahmatika yaa arhamar raahimiina. Walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin.

Artinya: “Ya Allah janganlah Engkau menghalangi kami, akan pahala beramal kepadanya dan janganlah Engkau menyesatkan kami sepeninggal dia dengan mendapat rahmat-Mu wahai Allah yang lebih belas kasihan. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”

Untuk doa mayit perempuan,

Allaahumma man ahyaitahu minnaa fa ahyihi ‘alal islaami. Waman tawaffaitahu minnaa fatawaffahu ‘alal iimaani.

Artinya: “Ya Allah, siapapun yang Engkau hidupkan dari kami, maka hidupkanlah dalam keadaan iman.”

Lalu doa tambahannya,

Allaahumma laa tahrimnaa ajraha. Walaa tudhillanaa ba’daha. Birahmatika yaa arhamar raahimiina. Walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin.

Artinya: “Ya Allah janganlah Engkau menghalangi kami, akan pahala beramal kepadanya dan janganlah Engkau menyesatkan kami sepeninggal dia dengan mendapat rahmat-Mu wahai Allah yang lebih belas kasihan. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”

Sebetulnya yang membedakan lafadz doa untuk laki-laki dan wanita adalah kata hu untuk laki-laki dan kata haa untuk perempuan.

7. Mengucapkan Salam

Rukun shalat jenazah yang terakhir adalah mengucap salam sambil memalingkan wajah ke sebelah kanan dan juga sebelah kiri.

Rukun shalat jenazah ketujuh ini sebagai penutup dari shalat jenazah.

Syarat Sah Shalat Jenazah

Para jumhur ulama bersepakat untuk menetapkan beberapa syarat sah shalat jenazah sebagaimana berikut ini;

  1. semua syarat sah

syarat yang pertama ini sebetulnya adalah gabungan dari seluruh syarat sah yang berlaku untuk semua shalat baik fardhu maupun sunnah.

Syarat sah shalat yang telah disepakati para ulama adalah sebagai berikut:

a. Muslim atau mukallaf yaitu Islam, baligh, dan berakal.

b. Suci dari Najis pada badan, tempat dan pakaian.

c. . Suci dari hadats kecil dan hadats kecil.

d. Menutup aurat.

e. Menghadap ke kiblat.

2. Jenazahnya Beragama Islam

Para jumhur ulama berpendapat bahwa jenazah yang dishalati haruslah beragama Islam.

Dan kondisi jenazah sudah dimandikan dan dikafani kecuali jika jenazah meninggal karena jihad atau mati syahid.

 

Doa Sesudah Shalat Jenazah

Tuntunan selain dalam shalat jenazah yang lain adalah membaca doa sebelum shalat jenazah.

Langkah seorang imam sebelum memberi doa untuk si mayit adalah membaca Al-fatihah. Kemudian makmum mengamini doa tersebut.

“Bismillaahirrahmaanirrahiim, Allahumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa’alaa aali sayyidinaa Muhammadin.”

“Allaahumma bihaqqil fatihati i’tiq riqaa banaa wariqaaba haadzal mayyiti (haadzihil mayyitati) waj’al qabrahuu (haa) roudhotan minal jannati. Walaa taj’alhu lahuu (lahaa) hufratan minanniiraani. Washollallaahu ‘alaa khoiri kholqihi sayyidinaa Muhammadin wa aalihii washohbihii ajma’iina walhamdulillaahi rabbil ‘aalamiina.”

Artinya:
“Ya Allah, curahkanlah rahmat atas junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad. Ya Allah, dengan berkahnya surat Al Fatihah, bebaskanlah dosa kami dan dosa mayat ini dari siksaan api neraka (3 kali). “Ya Allah, curahkanlah rahmat dan berilah ampunan mayat ini.

Dan jadikanlah tempat kuburnya taman nyaman dari surga dan janganlah engkau menjadikan kuburnya itu jurang neraka. Semoga Allah memberi rahmat kepada semulia-mulia makhluk-Nya yaitu junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya serta sahabat-sahabatnya sekalian. Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam.”

Tata Cara Shalat Ghaib

Shalat ghaib ini dilakukan untuk menyolatkan ketika jenazah muslim yang meninggal tidak ada di tempat, baik karena tempat yang jauh ataupun jenazah telah dikuburkan.

Perbedaan yang mendasari antara shalat jenazah dengan shalat ghaib adalah niatnya.

Adapun lafadz niat shalat ghaib adalah sebagai berikut:

Ushalli ‘alāl mayyitil ghā’ibi arba‘a takbīrātin fardha kifāyatin lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku sengaja sembahyang jenazah gaib empat takbir fardhu kifayah karena Allah SWT.”

Ulil H mengatakan, niat shalat ghaib harus menunjukkan identitas nama yang jelas, sehingga lafadz niat menjadi seperti berikut;

Ushalli ‘alāl mayyitil (fulan/a) ghā’ibi arba‘a takbīrātin fardha kifāyatin lillāhi ta‘ālā.

Artinya: Saya niat ghaib atas mayat (Si A) empat kali takbir fardhu kifayah karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Salat Gaib atau Urutan Shalat jenazah Ghaib

Bacaan dalam salat gaib sama dengan salat jenazah.

terdiri dari empat takbir tanpa rukuk dan sujud. Membaca surat alfatihah setelah takbir pertama (takbiratul ihram).

Kemudian dilanjutkan takbir kedua membaca shalawat  nabi minimal shalawat pendek “allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad”.

Lalu mendo’akan mayat setelah takbir ketiga yang berbunyi:

Allahummaghfirlahu, wa ‘afihi wa’fu anhu.

Artinya,

Ya Allah ampunilah dia, dan sejahterakan serta maafkanlah dia

Dan terakhir, setelah rakaat keempat disunnahkan membaca do’a sebelum salam.

Adapun do’a setelah takbir keempat adalah:

Allahumma la tahrimna ajrahu wala taftinna ba’dahu waghfirlana walahu

Artinya;

Ya Allah, janganlah Engkau halangi pahalanya yang akan sampai kepada kami, dan jangan Engkau memberi fitnah kepada kami sepeninggalnya serta ampunilah kami dan dia.

Menurut redaksi suatu hadist, Rasulullah melakukan shalat jenazah ketika Raja Najasyi wafat.

Demikian artikel kami semoga bermanfaat.